Bintang

 Bintang

Bintang telah siap menunggu di tempat yang sudah di janjikan. Bintang lebih awal datang ketimbang senja. Biasanya pertemuan ini tidak ada kata terlambat, mereka berdua selalu hadir tepat waktunya. Entah mengapa hari ini senja datang terlambat.

Yang ditunggu akhirnya datang juga. Senja telah datang dan berada di hadapannya. Setelah dipandanginya wajah senja begitu membawa teka-teki. Tapi bintang tak menghiraukan wajah yang penuh dengan teka-teki itu, bintang memulai dengan memanggilnya dengan hangat.

"Hai! Senja", panggil Bintang.

"Maaf aku datang terlambat", jawab Senja sambil merapikan tempat duduknya. "Sudah lama menunggu", lanjut Senja.

"Iya gapapa. Aku juga baru datang beberapa menit yang lalu", jawab Bintang.

"Aku terlambat karena ada Awan Gelap yang menghalangi perjalanan kesini. Biasanya Awan Gelap tidak menghalangi, tapi hari ini entah kenapa dia menghalangi perjalanan hingga membuat perjalanan ini terlambat", Senja berbicara.

"Iya tidak apa-apa", jawab Bintang. "Eh, kamu mau pesan apa?" tanya Bintang.

"Aku pesan teh manis saja", jawab Senja.

Tak lama kemudian pesanan pun datang menghampiri. Pembicaraan Senja dan Bintang terpotong oleh pelayan yang mengantarkan pesanan.

"Bintang!", panggil Senja sambil melihat wajah Bintang dengan gugup. "Aku ... mau bicara serius", lanjut Senja.

"Iya, kenapa Senja?", jawab Bintang santai.

Lama Senja terdiam, tidak mengungkapkan apa-apa.

"Kenapa Senja?", Bintang kembali bertanya. "Bicara saja, aku siap mendengarkan", lanjut Bintang dengan santai.

"Sebenarnya…" Senja mulai bicara memberanikan dirinya yang masih gugup. Senja kembali menatap dengan ragu wajah Bintang. Setelah menatap Senja kembali terdiam, tidak melanjutkan kata-katanya.

"Ada apa, Senja", Bintang mulai penasaran dengan perkataan Senja. "Mungkin perkataan ini akan penuh makna", ucap Bintang dalam hati.


Bersambung...

Komentar

Postingan Populer