SOP Makan di Bulan Ramadhan

Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) Makan di Bulan Ramadhan


Bulan suci Ramadhan yang dinanti-nanti telah tiba, telah kita laksanakan. Di bulan suci ini, ada banyak beribu keberkahan, beribu kebaikan, dan beribu keridhaan dari Maha Pencipta. Pahala inilah yang menjadi sebuah penantian bagi kita. Tapi, eits…


Selain keberkahan yang dinanti ini, ada hal lain juga yang dinanti. Apakah itu? Tidak lain adalah makan. Kenapa makan menjadi yang dinanti? 


Manusia pada dasarnya membutuhkan asupan makanan kedalam badannya. Asupan ini berguna dalam menyehatkan badan. Nah, karena proses di bulan suci ini tidak makan selama beberapa jam, tepatnya dari waktu fajar hingga adzan magrib berkumandang, maka makan menjadi bagian yang dinanti.


Berbicara mengenai makan di bulan suci ini, bulan Ramadhan ternyata ada SOP-nya loh (Standar Operasional Pelaksanaan). Ada yang tahu mengenai SOP nya? Baiklah, kalau tidak tahu akan mencoba dikasih tau secara cerita. Dan SOP ini datangnya dari ibu-ibu yang bercerita sebelum menjelang buka.


Pertama dalam SOP makan di bulan Ramadhan yaitu lauk pauk yang banyak. Kalian lihat, saat akan berbuka, menu makan lebih dari satu, ada yang berprotein dan ada juga yang karbohidrat. Biasanya ada ikan, tahu, tempe, telor, daging, sayur dan tak lepas sambel serta lalabnya. Bukan hanya makanan saja, minuman juga senantiasa bervariasi. Ada yang bening, putih, merah, kuning, hijau, dan biru. Btw seperti pelangi ya, banyak warnanya. Inilah keseruan dalam sebuah berbuka puasa, selalu ada banyak makanan. Padahal kalau sebelum puasa, lauk pauk paling hanya satu atau dua, serta minuman pun hanya satu warna. Kenapa demikian? Kata ibu-ibu sih karena ini sebuah momen jadi diusahakan untuk memaksakan karena ini hanya dilakukan satu bulan selama satu tahun. 


SOP yang kedua yaitu mengenai tata makanan yang senantiasa saling serbu. Sudah kalian ketahui, bahwa ramadhan ini kan tidak makan selama beberapa jam, maka saat waktunya berbuka, pasti akan saling serbu. Kenapa demikian? Karena perut kosong membutuhkan asupan maka kalau sudah waktunya makan, ya diserbu. Tidak mungkin untuk dilihat saja dan diamkan. Kegiatan menyerbu makanan ini adalah kegiatan yang paling berkesan, menjadi kegiatan yang dikangenin, karena dengan beserbu selalu ada jalan untuk bergerak cepat, memilih makanan yang diinginkan. Karena kegiatan ini yang paling kangen maka saat orang-orang dewasa terutama orang tua dan anak sudah berpisah, memiliki kehidupan masing-masing, akan rindu akan kegiatan ini, karena sangat susah untuk mengurangi kegiatan ini.


Kemarin seorang ibu bercerita, bahwa dirinya sekarang hanya berdua dengan suaminya. Buka puasa  pun hanya berdua, karena anak-anaknya sudah bekerja dan ada yang sudah berkeluarga. Orang tua ini menikmati makanan hanya berdua dan rindu akan masa saat anak-anak masih kecil. Dimana saat makan, saling berebut, cepat, dan makan banyak-banyak sehingga makanan senantiasa habis. Ketika sekarang, makanan juga kadang tidak habis kalau di makan berdua. 


Ketika masih menikmati makan denggan keluarga, maka manfaatkanlah karena hal ini memang susah untuk terulang dan akan rindu dilakukan. Kemudian, senantiasa makan dengan semangat dan habiskan makanan karena disana masih banyak yang belum beruntung dengan makanan yang kita miliki.


SOP yang ketiga yaitu mengenai siapa yang lambat dia yang tertinggal dan harus menerima bagian untuk mencuci piring. Kemudian siapa yang cepat dia yang beruntung dan mendapatkan bagian lebih untuk memakan berbagai makanan yang ada. 


Begitulah kira-kira SOP yang ketiga berupa hukuman dan keberuntungan. Saat makan memang senantiasa ada yang lambat, nah yang lambat ini menjadi pemegang hukuman, baik mencuci piring ataupun kehabisan makanan. Jika dilihat, yang tertinggal suka berubah wajah, ada yang cemberut, ada yang mata berbinar ingin menangis, dan ketawa tapi terpaksa. Ekspresi tertinggal memang berbeda-beda. Tapi, bagi yang beruntung, dia akan tertawa dengan santai karena dapat bebas mendapatkan apa-apa. Paling jail suka menjaili orang tertinggal dengan tertawa kecil-kecil.


Inilah SOP makan saat Ramadhan yang akan senantiasa dikenang dan dirindukan karena ini hanya dilakukan selama satu bulan, hanya ada dalam bulan puasa saja. Meski pada selain bulan Ramadhan suka makan bersama, namun sensasinya tetaplah berbeda dan tidak sama dengan masa Ramadhan. Jadi, manfaatkan momen Ramadhan ini sebaik mungkin, apalagi jika masih bisa makan bersama dengan orang tua dan keluarga.


Akhir kata, selamat menjalankan ibadah puasa dan selamat makan jika sudah waktunya. Ingat, kalau sudah waktunya berbuka, maka makanlah, jangan nunggu ayang untuk menyuruh berbuka. 



Komentar