Teka Teki

 Teka Teki

Berjalan dengan percaya diri. Membawa sebungkus anggur yang dibeli di jalan. Mengetuk pintu rumah yang sudah ada di depan mata.

"Tok… tok… tok" suara mengetuk pintu.

Rumah yang sederhana namun sangat elegan, sangat indah dipandang, sangat indah untuk dihuni, sangat nyaman untuk istirahat. Halaman yang bersih, banyak bunga yang cantik, ada kolam yang berhias, dan ada ikan yang lucu.

Tak lama kemudian, keluar seseorang bidadari dari balik pintu.

"Eh… Fajar. Udah sampai ternyata. Udah nunggu lama? Mari masuk ke dalam." ajak bidadari untuk masuk ke rumah.

Isi rumah yang begitu rapih, begitu bersih, begitu sangat menyenangkan pada hati yang gugup.

"Ini ari minum. Silahkan diminum." Bidadari berkata.

"Terima kasih, Bidadari" ucapku.

Suasana seketika menjadi hening, tak ada suara yang keluar dari kita berdua. Aku gugup untuk memulai, begitu pun dia. 

"Kring… kring… kring…" suara handphone Bidadari berbunyi. Ada panggilan masuk. Bidadari pun mengangkat telepon dan meminta pamit untuk bicara di belakang.

Tak lama kemudian, Bidadari kembali ke ruang tamu dengan mambawa makanan.

"Ini makanannya, silahkan dimakan" ucap Bidadari.

"Terima kasih" jawabku.

Ruangan kembali sunyi, tidak ada suara yang keluar dari mulut.

"Eh, tadi siapa yang menelepon?" tanyaku yang memberanikan diri dan memulai percakapan.

"Teman." Bidadari diam, "Katanya dia mau kesini" lanjutnya.

"Oh teman. Kapan dia mau kesini?" tanyaku.

"Sekarang. Sebentar lagi sampai." jawab Bidadari.

Percakapan kita berdua yang sedang asik, kini teralihkan dengan suara ketukan pintu dari luar. Mungkin itu teman Bidadari.

Bidadari pun berdiri dari kursi dan berjalan menuju pintu untuk membuka pintu.

"Hai… Bidadari!!!" sapa teman Bidadari.

"Hai… Bintang!!! Apa kabar?" Bidadari dan Bintang berjabat tangan dan berpelukan. "Mari masuk… masuk…"

Bidadari dan Bintang berjalan masuk ke dalam rumah. Bidadari mengajak Bintang untuk duduk dan memperkenalkan diriku.

Diantara mereka berdua, aku hanya bisa menjadi penonton saja, mendengarkan obrolan mereka yang begitu seru tanpa bisa aku ikuti apalagi aku potong. Aku kesini memang salah waktu.

"Bidadari… aku ada teman yang sudah siap menikah. Dia ingin menikah tahun sekarang." ucap Bintang.

"Jlebbb… jlebbb…" rasanya sangat sesak mendengarnya, meskipun aku tau bukan siapa-siapa bagi Bidadari.


Bersambung...


Komentar

Postingan Populer